Dampak Buruk Mengonsumsi Makanan Haram
Makanan adalah sumber energi yang memengaruhi jasmani dan rohani manusia. Karena itu, Islam melarang umatnya mengonsumsi makanan dan minuman haram, baik yang haram karena zatnya—seperti bangkai dan minuman keras—maupun karena cara mendapatkannya, seperti hasil mencuri atau judi. Larangan ini merupakan bentuk kasih sayang Allah, sebab di baliknya terdapat dampak buruk yang merugikan manusia.
1. Menghalangi Doa
Makanan haram dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang laki-laki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Ia menengadahkan tangannya ke langit sambil berdoa: ‘Ya Rabb, ya Rabb.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia tumbuh dari sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim)
Dalil ini menegaskan bahwa Allah tidak menerima kecuali yang suci.
2. Menggelapkan Hati
Makanan haram membuat hati keras dan gelap, sehingga sulit menerima cahaya iman. Syekh Ali Asy-Syadzili berkata:
“Barangsiapa mengonsumsi makanan halal, hatinya lembut dan bercahaya. Barangsiapa mengonsumsi makanan haram, hatinya keras, kasar, dan gelap, serta terhijab dari Allah Ta‘ala.” (Al-Minahus Saniyyah, h. 7)
Hati yang gelap akan menjauhkan manusia dari ketaatan.
3. Mengundang Azab
Mengonsumsi makanan haram sama saja mengundang azab Allah. Imam Sahl At-Tustari menegaskan:
“Barangsiapa makanannya tidak halal, maka hijab tidak akan terbuka dari hatinya, azab akan segera menimpanya, dan shalat, puasa, serta sedekahnya tidak memberi manfaat baginya.” (Al-Minahus Saniyyah, h. 7)
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kehilangan pengaruh positif bila disertai makanan haram.
4. Sulit Menerima Ilmu
Makanan haram dapat menghilangkan kejernihan pikiran dan kenikmatan berzikir. Syekh As-Sya‘rani menyebutkan:
“Di antara kerusakan akibat memakan makanan haram adalah ia berubah menjadi api yang menghilangkan kejernihan pikiran, membakar keikhlasan niat, membutakan pandangan batin, melemahkan agama, tubuh, dan akal, serta menghalangi dari hikmah dan pengetahuan.” (Al-Minahus Saniyyah, h. 7)
Imam Sufyan Ats-Tsauri bahkan merasakan perbedaan besar antara makanan halal dan yang tidak jelas statusnya dalam memahami ilmu.
5. Menghilangkan Keberkahan
Makanan dan harta haram menghapus keberkahan hidup. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika penjual dan pembeli jujur serta menjelaskan keadaan barang, maka diberkahi jual beli mereka. Namun jika menyembunyikan dan berdusta, maka dihapus keberkahan dari jual beli mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keberkahan adalah rasa tenang, cukup, dan bahagia meski harta sedikit—hal yang hilang bila harta berasal dari yang haram.
Mengonsumsi makanan dan harta haram membawa kerusakan bagi jasmani maupun rohani. Umat Islam hendaknya menjauhi segala bentuk yang haram dan segera bertobat jika terlanjur melakukannya, agar hidup senantiasa diberkahi Allah.






iStock Photo
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!